Mengemasi pikiran yang berserakan di beranda senja. Aku melangkah ke timur menuju matahari, yang mungkin ku temui lagi esok, atau hari ini hari terakhir perjumpaan kami.
Waktu terus memunguti jejak-jejakku dan menyimpannya dalam kotak-kotak kenangan yang tersusun rapih menurut warna dan aromanya masing-masing. Masihkah akan sempat kubuka kembali memoar itu?
Semoga saja!
Selasa, 31 Januari 2012
Senin, 30 Januari 2012
Doa 1
tuhan
di malam sunyi
di batas ketidaksadaranku
raihlah tanganku tuntun langkahku;
yang t"lah jauh menyimpang
kembali ke jalan itu
jalan menuju kekasimu, kekasihku
doaku
mengetuk-ngetuk di gerbang altarmu
dengan segala kepapaan, kenistaan
kebusukan dan kepurapuraanku
yang sulit kutanggalkan
jangan campakkan aku
hiraukan aku
kasihi aku
ampuni
segala kedurjanaanku
biarkan aku berada lajur kekasihmu
cukup kiranya bagiku
di malam sunyi
di batas ketidaksadaranku
raihlah tanganku tuntun langkahku;
yang t"lah jauh menyimpang
kembali ke jalan itu
jalan menuju kekasimu, kekasihku
doaku
mengetuk-ngetuk di gerbang altarmu
dengan segala kepapaan, kenistaan
kebusukan dan kepurapuraanku
yang sulit kutanggalkan
jangan campakkan aku
hiraukan aku
kasihi aku
ampuni
segala kedurjanaanku
biarkan aku berada lajur kekasihmu
cukup kiranya bagiku
Langganan:
Postingan (Atom)